- Tidak menyerah terhadap kesedihan, sehingga kesedihan tersebut tidak mampu menguasainya apalagi melumpuhkannya dari beramal. Beliau berkata, “Apapun tingkatan kesedihan itu hendaklah seseorang berada di jalan Allah Ta’ala dan orang-orang yang cerdik ialah yang tidak membiarkan kesedihannya menguasai dirinya apal;agi melumpuhkannya.”
- Mencari jalan keluar dari jerat kesedihannya.
- Kembali kepada Allah seraya memohon kepasa-Nya agar dijauhkan dari kesedihan dan gundah gulana, seperti dalam do’a Nabi:
“Ya Allah, aku berlindung diri kepada-Mu dari kegalauan dan kesedihan, kelemahan dan kemalasan, sikap pengecut dan pelit, beban hutang dan paksaan orang lain.” (Diriwayatkan Bukhari dan Muslim). - Menanamkan Ma’rifatullah dan kasih sayang Allah kepada hamba-hambaNya ke dalam hati. Seperti dalam firman Allah :
“Janganlah kamu sedih, sesungguhnya Allah beserta kita.”(At-Taubah: 40)
Khamis, 10 Mac 2011
Langgan:
Catat Ulasan (Atom)

Tiada ulasan:
Catat Ulasan